EQUATOR, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, terus melakukan perbaikan infrastruktur jalan sebagai bentuk perwujudan visi misi yang telah disampaikan. Pendekatan prioritas efektif dan pembiayaan bertahap salah satu strateginya.
Gubernur Norsan meninjau langsung kondisi ruas Pesaguan menuju Kendawangan yang mengalami kerusakan parah di Desa Sungai Nanjung, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Ketapang, Kamis, 9 April 2026.
“Keputusan ini saya ambil setelah meninjau langsung kondisi lapangan yang memperlihatkan banyaknya lubang di sepanjang jalan. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Terlebih saat memasuki musim hujan,” kata Norsan, Kamis (9/4/2026).
Norsan bilang, total kerusakan jalan tersebut mencapai 3 kilometer. Pemprov pun akan memprioritaskan perbaikan efektif pada 2 kilometer terlebih dahulu. Untuk 1 kilometer sisanya tetap akan difungsikan, sembari diupayakan untuk masuk dalam alokasi tambahan anggaran pada Perubahan APBD berikutnya.
Skema ini dilakukan untuk memastikan bahwa penaganan tersebut berbasis fungsi jalan terlebih dahulu. Tanpa menunggu ketersediaan anggaran penuh. Pada tahap berikutnya, Pemprov Kalbar menyiapkan jalur pendanaan lainnya.
“Ke depan kita akan dorong melalui APBN atau program Inpres Jalan Daerah. Supaya penanganan infrastruktur di Kendawangan bisa tuntas sepenuhnya,” lugasnya.
Pendekatan ini juga diterapkan di Kabupaten Kayong Utara, tatkala Norsan melakukan peninjauan langsung ruas jalan yang menghubungkan rute Teluk Batang ke Sukadana pada Jumat (10/04/2026).
Pemprov menargetkan, ruas jalan tersebut selesai dibangun sebelum bulan Agustus 2026, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi yang akan digelar di Kayong Utara.
“Kondisi jalan saat ini memang memerlukan penanganan, namun masih dalam kategori yang bisa diatasi melalui program pemeliharaan,” kata mantan Bupati Mempawah ini.
Untuk percepatan pembangunan, Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp 23 miliar, dengan cakupan pengerjaan efektif sepanjang 1,7 kilometer. Sisa ruas jalan lainnya akan ditangani secara fungsional supaya tetap layak dilalui Masyarakat.
Langkah ini menjadi kebijakan strategis melalui pola efektif untuk memastikan bahwa pembangunan infastruktur di Kalbar dapat terukur dengan baik dan tepat sasaran, sesuai dengan visi misi dan isu strategis. (itl)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar